Tampilkan postingan dengan label journalism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label journalism. Tampilkan semua postingan

EBEG BANYUMAS


Ebeg merupakan salah satu kesenian khas dari Banyumas. pada dasarnya, ebeg sama dengan kuda lumping. Dimana setiap pemain ebeg mengalamikerasukan, dan bertingkah dengan tidak sadar. iringan musik dari gamelan dan nyanyian dari sinden, pemain ebeg menari mengikuti alunan musik yang ada. Dalam setiap pertunjukan ebeg, biasanya dibagi menjadi 3 tahap, pertama ebeg biasanya menari bersama dan berkeliling arena pementasan dengan rapih, dan masih dalam keadaan sadar.

Festival Kenthongan Kabupaten Banyumas 2014








Kenthongan merupakan kesenian tradisional di Indonesia. Kesenian ini masih banyak di lestarikan oleh masyarakat khususnya di pulau jawa. Kenthongan ada berbagai macam jenis, dan hampir di setiap kota berbeda namun fungsinya sama. Pada 14 Agustus 2014, di selenggarakan lomba kenthongan antar kecamatan dan instansi yang merupakan agenda setiap tahunnya. Pada tahun ini rute yang di gunakan adalah jalan jenderal Soedirman dengan start di alun-alun purwokerto dan finish di pasar wage dan lomba di ikuti oleh 35 group kenthongan. Setiap group di ikuti oleh berbagai macam umur dari anak kecil hingga dewasa. Ribuan masyarakat juga memadati jalan dari awal acara hingga selesai acara, dari berbagai umur terlihat menikmati acara yang di laksanakan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia tersebut. Semoga acara ini bisa menjadi daya tarik masyarakat Banyumas dan luar Banyumas serta bisa menjadikan anak muda kembali mencintai kesenian tradisional. (Ref/Willi Abi Setyo)





Cinta Indonesia ala Warga Grendeng - Purwokerto


Minggu 31 Agustus,warga kelurahan Grendeng dengan antusias mengikuti karnaval yang disemarakan dengan berbagai macam ide dan kreativitas untuk memperingati  HUT RI ke – 69. Walaupun Hari Kemerdekaan Indonesia telah berlalu tetapi semangat yang diberikan oleh para peserta tetap membara. Karnaval ini diikuti 1 kelurahan yang dibagi kedalam 8 RW.


Hasil kreativitas RW 4 Grendeng, dengan mengusung tema “Kita Wujudkan Persaudaraan” dengan slogan Banyumasan yaitu “Inyong Rika Kabeh Sedulur. Sedulur Pada Sing Akur” yang artinya Aku Kamu Saudara. Saudara Harus Yang Akur. Mereka berharap dengan umur Indonesia yang semakin bertambah akan mempererat antar penduduk bukan malah berceri berai baik karena faktor perpecahan yang berasal dari luar maupun dari dalam negri. Karnaval ini juga bertujuan tetap memberi ruang untuk masyarakat Grendeng untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan.
Warga juga menunjukkan teatrikal bagaimana kejamnya para penjajah zaman dahulu dan perlawanan pahlwanan Indonesia tidak pernah menyerah



Menampilkan pula bahwa Indonesia memang kaya akan budaya yang harus dijaga oleh generasi penerus bangsa.





Selain remaja dan dewasa, anak – anak pun ikut meramaikan karnaval dengan kreativitas mereka menghias sepeda kesayangan mereka dengan menggunakan kertas warna – warni

Merias diri ala wanita anggun Indonesia

Warga Grendeng sangat antusias dengan adanya karnaval ini dan bahkan saking antusiasnya, seluruh warga ikut berpartisipasi akibatnya sangat sedikit warga yang menonton

Semoga dengan semangat proklamasi Indonesia 1945, masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan negara untuk melanjutkan cita – cita pahlawan bangsa. Indonesia adalah Negara yang memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda  beda namun tetap satu jua. Perbedaan bukanlah senjata perpecahan, melainkan senjata untuk persatuan, dengan adanya perbedaan tersebut dapat saling melengkapi dan berjalan berdampingan untuk dapat meraih cita – cita negara. 
( Ref/Dian Fitri Aulia)



Lampion Harapan

pelepasan lampion saat Waisak di Srandil, Cilacap
photo by : Muthia Karima

Ritual Pemotongan Anak Rambut Gembel



photo by : Muthia Karima

Kirab Budaya Pemotongan Rambut Gembel




photo by : Kuntho Wibi

Budaya Banyumas : Sintren



photo by : Willi Abi